Friday, July 21, 2017

Ulasan Buku: Dapur Bunda Nina



Jauh sebelum Instagram menjadi buku resep virtual, Food Blog adalah rujukan ibu-ibu muda yang sedang belajar memasak. Berbeda dari Instagram yang membatasi panjang keterangan (caption) yang hendak kita tulis, dalam satu unggahan blog bisa memuat beberapa gambar sekaligus cerita panjang lebar dari penulis. Maka pembaca tak hanya mendapat resep, namun seringkali cerita unik di balik lahirnya resep tersebut. Dan bisa ditebak, salah satu jujugan saya saat bingung memasak apa (atau sekadar surfing sambil mengagumi foto masakan) adalah Blog Catatan-Nina


Nge-blog sejak tahun 2011 membuat Agustina Dwi, ibu rumah tangga yang terkenal dengan sebutan Bunda Nina ini, terbiasa ngoprek kamera dan menata makanan. Bila melihat foto-foto di awal blog, terlihat sekali metamorfosa Food Photography Mbak Nina. Dan sejujurnya, foto-foto indah inilah yang membuat buku Dapur Bunda Nina terasa menonjol di antara buku resep masakan sejenis yang difoto sendiri oleh penulisnya.


Yup. Dapur Bunda Nina adalah buku masak terbaru terbitan Gramedia yang berisi lebih dari seratus resep masakan Mbak Nina, sebagian besar telah tayang di blog maupun Instagram beliau @bundina_kitchen. Keseratus resep tersebut tidak hanya memuat masakan tradisional seperti Nasi Liwet, Nasi Bakar, Soto Tangkar hingga kueh mueh penuh nostalgia seperti Colenak, Pisang Gapit hingga Carang Gesing. Namun makanan street food  kekinian yang menjadi favorit anak-anak kita juga turut dihadirkan di buku setebal 212 halaman ini; sebut saja Kaki Naga, Chicken Katsu, Mango Sticky Rice, Mac Pie hingga yang beberapa waktu lalu sempat heboh: Sempol Ayam.


Seolah bisa membaca pikiran kita yang haqqul yaqin bahwa masakan Indonesia Paling Enak Sedunia namun seringkali tergoda dengan aneka masakan asing berpenampilan lucu menggemaskan dan bikin anak makan lahap; Buku Dapur Bunda Nina mewadahi aspirasi kita semua. Membaca Dapur Bunda Nina seolah membaca puluhan screenshot resep-resep yang kita simpan (dan entah kapan mengeksekusinya 🙊), hanya kali ini dalam versi terbaiknya: buku fisik yang bisa kita bolak-balik tanpa bikin mata pedih karena radiasi, atau kalau dalam kasus saya: saya corat-coret untuk menandai bahan pengganti dan aneka keterangan lain.


Di buku ini, kita tak hanya dimanjakan dengan resep rumahan maupun a la café  beserta instruksinya yang praktis dan terasa gampang sekali dibuat. Namun mata kita juga dihibur dengan foto makanan yang bikin ngiler.


Foto-foto Mbak Nina terasa sekali nuansa homemade-nya: cahaya yang terang namun hangat, penggunaan piranti saji berbahan enamel maupun rotan yang bersanding dengan sendok garpu lawasan hingga serbet yang diletakkan begitu saja. Remah-remah makanan terlihat berjatuhan di sekitar piring atau tetesan saus coklat di tumpukan Pancake membuat siapa saja yang melihatnya menelan ludah dan ingin segera mengeksekusi resep tersebut. Berkecimpung lama sebagai Food Blogger terbukti membuat Mbak Nina mampu mempresentasikan resep biasa terlihat istimewa dan menggiurkan. It is indeed, that a picture speaks a thousand words.

Ayam Goreng Kalasan yang saya coba dari buku Dapur Bunda Nina, enak! 😋😋

Namun tak ada gading yang tak retak. Meski gambar-gambar cantik menghiasi setiap lembar buku ini, beberapa foto terlihat kurang tajam atau miss focus. Selain itu dibandingkan dengan tampilan di Instagram maupun blog, foto-foto yang ada di buku Dapur Bunda Nina terlihat sedikit lebih lembut dan gelap, padahal tipe cahaya di foto-foto Mbak Nina sangat terang dan kuat dengan POI yang stand out (baik di dark maupun bright photography). Well, saya ga tahu apakah photo editing ini disengaja ataukah faktor di percetakan. Not a very big deal since the pictures is as drooling worthy as ever ðŸ˜‰


Dan karena mengenal Mbak Nina lewat blog yang selalu berisi narasi panjang lebar di setiap unggahan, sejujurnya saya berharap akan ada banyak cerita tentang resep yang ada di Dapur Bunda Nina, bukan hanya prakata pengantar awal resep yang berisi hal-hal umum saja. Bagi yang terbiasa membaca blog, pasti merasakan bahwa gaya bahasa setiap blogger memiliki ciri tertentu yang tidak bisa disamakan dengan blogger lain. Pun begitu pula dengan gaya bahasa yang biasa saya baca di catatan-nina.blogspot.co.id, namun sayangnya di buku ini saya tidak menemukan sosok Mbak Nina yang saya kenal lewat dunia maya tersebut. Saya berpikiran positif bahwa buku masak tentu saja "berjualan" resep dan foto, bukan cerita ngalor ngidul  yang pasti akan ngabisin halaman, meski menurut hemat saya cerita ngalor ngidul  tersebut bisa menjadi nilai tambah sebuah buku untuk terasa lebih personal.



Namun demikian, bagi saya pribadi buku Dapur Bunda Nina sangat layak dikoleksi. Resep-resep makanan dengan tampilan foto yang ngilerable khas Mbak Nina cukup menjadi alasan bagi kita untuk memasukkan buku ini ke dalam keranjang belanja. Karena selain bisa nyontek resepnya yang cepat, praktis dan mudah; kita juga bisa belajar lewat foto-fotonya cara menyajikan makanan agar terlihat menggiurkan baik di hadapan keluarga secara langsung atau di hadapan kamera untuk kita jepret dan unggah di media sosial. Siapa tahu kita bisa menyusul jejak Bunda Nina untuk menjadi tukang masak, fotografer sekaligus penata saji rumahan 😆😙



Judul Buku: Kumpulan Resep Hits di Instagram
100+ Resep Andalan Dapur Bunda Nina
Praktis, Cepat dan Mudah Dipraktikkan

Penulis, fotografer & penata saji: Agustina Dwi

Editor: Intarina Hardiman

Penerbit: Gramedia, 2017